KARAWANG |www.Prabuchannels.com| Sejumlah persoalan yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat, akses permodalan, pengelolaan potensi desa hingga peluang kerja menjadi perhatian Abdul Gofur, salah satu calon Kepala Desa Wadas.
Tokoh pemuda Wadas tersebut menyampaikan sejumlah gagasan mengenai arah pembangunan desa. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Abdul Gofur menilai potensi ekonomi yang dimiliki Desa Wadas perlu dikelola secara lebih optimal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya melalui peluang usaha, akses permodalan, peningkatan pendapatan serta penciptaan lapangan pekerjaan.
«“Desa jangan hanya menjadi tempat masyarakat tinggal. Desa harus menjadi tempat masyarakat bisa tumbuh, bekerja, berusaha, dan meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Abdul Gofur.»
Koperasi Harus Memberikan Manfaat
Salah satu gagasan yang disampaikan Abdul Gofur adalah penguatan koperasi desa sebagai salah satu alternatif akses permodalan bagi masyarakat.
Ia mengatakan koperasi harus dikelola secara sehat, profesional dan transparan, bukan sekadar dibentuk untuk memenuhi kebutuhan administratif.
Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan modal usaha perlu mendapatkan akses pembiayaan yang aman dan terjangkau sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan modal justru masuk ke dalam persoalan utang yang semakin berat. Desa harus hadir memberikan alternatif melalui koperasi yang sehat, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan ekonomi masyarakat,” katanya.
BUMDes Diminta Lebih Produktif
Selain koperasi, Abdul Gofur juga menyoroti keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Ia berpandangan BUMDes harus memiliki kegiatan usaha yang jelas dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
“BUMDes jangan hanya ada namanya. Pertanyaannya sederhana: apa manfaatnya bagi masyarakat? Seberapa besar kontribusinya terhadap ekonomi warga?” ujarnya.
Ia mendorong pengelolaan BUMDes dilakukan secara terbuka dengan mempertimbangkan potensi lokal serta melibatkan masyarakat dalam pengembangannya.
Peluang KIIC dan Lapangan Kerja Warga
Persoalan lapangan kerja bagi masyarakat Wadas juga menjadi salah satu perhatian Abdul Gofur.
Dengan keberadaan kawasan industri KIIC, ia melihat adanya peluang yang dapat dihubungkan dengan masyarakat setempat, terutama generasi muda.
Menurutnya, pemerintah desa dapat berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan dunia industri melalui pendataan pencari kerja, penyebaran informasi lowongan, pelatihan keterampilan dan peningkatan kompetensi.
“Kawasan industri ada dan berkembang. Pertanyaannya, sejauh mana warga Wadas mendapatkan kesempatan dari perkembangan tersebut?” kata Abdul Gofur.
Transparansi Pemerintahan Desa
Di bidang pemerintahan, Abdul Gofur menekankan pentingnya keterbukaan informasi mengenai program pembangunan dan pengelolaan anggaran desa sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia mengatakan masyarakat perlu memiliki ruang untuk mengetahui arah pembangunan, memberikan masukan serta melakukan pengawasan melalui mekanisme yang tersedia.
“Pemerintahan desa harus terbuka, karena uang dan program yang dikelola pemerintah pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, transparansi menurutnya tidak cukup hanya melalui papan informasi atau laporan administratif, tetapi perlu menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan desa.
Kritik Sebagai Bahan Evaluasi
Abdul Gofur menyebut berbagai kritik yang disampaikannya bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan masyarakat Wadas.
Menurutnya, perbedaan gagasan dalam kontestasi pemilihan kepala desa merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa.
“Kritik bukan berarti permusuhan. Kritik adalah cara kita melihat apa yang masih kurang dan apa yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
Gomez Gumilar|Red.